<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bonkkuat123's Weblog</title>
	<atom:link href="http://bonkkuat123.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bonkkuat123.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2009 15:20:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bonkkuat123.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/68f3d1fa79d3565976dbf4b12bf7e945?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bonkkuat123's Weblog</title>
		<link>http://bonkkuat123.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Berbahasa ala Pejabat</title>
		<link>http://bonkkuat123.wordpress.com/2009/05/18/berbahasa-ala-pejabat/</link>
		<comments>http://bonkkuat123.wordpress.com/2009/05/18/berbahasa-ala-pejabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 15:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bonkkuat123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonkkuat123.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Bahasa Indonesia akarnya adalah bahasa Melayu, semua sudah tahu. Bumi Lancang Kuning merupakan daerah asal bahasa Melayu, yang kata-katanya paling banyak diadopsi ke dalam bahasa Indonesia. Tapi kenapa di tanah Melayu ini, kini banyak sekali orang yang lebih bangga menggunakan kata asing dibanding kata milik leluhurnya sendiri?
Coba saja dengarkan para pejabat saat berpidato atau memberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=32&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bahasa Indonesia akarnya adalah bahasa Melayu, semua sudah tahu. Bumi Lancang Kuning merupakan daerah asal bahasa Melayu, yang kata-katanya paling banyak diadopsi ke dalam bahasa Indonesia. Tapi kenapa di tanah Melayu ini, kini banyak sekali orang yang lebih bangga menggunakan kata asing dibanding kata milik leluhurnya sendiri?<span id="more-32"></span></p>
<p>Coba saja dengarkan para pejabat saat berpidato atau memberi keterangan kepada wartawan. Sering sekali kata-kata asing terselip. Misalnya, meeting, budgeting, sharing, job, voting, fit and propert test, dan sebagainya.</p>
<p>Parahnya lagi, semua itu sangat sering diucapkan pejabat di Pekanbaru atau Riau, yang notabene bahasa moyangnya menjadi dasar utama Bahasa Indonesia.</p>
<p>Para pejabat itu seakan merasa lebih keren bila lidahnya mampu mengucapkan kata bahasa asing dalam setiap percakapannya. Mungkin juga mereka merasa jadi lebih terpelajar dan berwawasan global, bila ada kata-kata asing terselip dalam setiap ucapan yang disampaikan.</p>
<p>Padahal, sebagai pejabat publik yang berada di Indonesia, apalagi di daerah yang menjadi asal muasal bahasa Indonesia itu sendiri, para pejabat publik secara langsung bertanggung jawab mengembangkan budaya, termasuk bahasanya sendiri.</p>
<p>Bahasa Inggris memang bahasa global yang digunakan saat ini. Tapi apakah dengan menyelipkan kata-kata Inggris dalam setiap percakapan, membuat para pejabat itu sudah merasa berwawasan global? Nanti dulu.</p>
<p>Karena banyak sekali dari para pejabat itu yang hanya mengerti satu atau dua kata asing, lalu sering diselipkan dalam setiap percakapan harian. Tapi bila diajak berbahasa Inggris tulen, mereka akan kelimpungan.</p>
<p>Contoh lainnya, lihat saja di beberapa sudut jalan di Pekanbaru. Akan terlihat banyak spanduk yang menggunakan bahasa asing. Misalnya, job expo, job training, dan sebagainya. Padahal, spanduk itu murni seratus persen ditujukan untuk orang yang berbahasa Indonesia. Lalu kenapa tidak menggunakan bahasa Indonesia saja? Apakah spanduk itu lantas menjadi lebih berwawasan global dengan menggunakan bahasa Inggris?</p>
<p>Lalu apa gunanya menyelipkan kata asing di dalam percakapan sehari-hari? Kenapa para pejabat itu seperti begitu bangga bisa menggunakan istilah asing dibanding menggunakan bahasa Indonesia yang akarnya bahasa Melayu? Lantas, bagaimana pula caranya akan membumikan Melayu di tanah Melayu ini?</p>
<p>Bukan cuma para pejabat yang sok ber-english ria dalam berbahasa. Media massa pun juga begitu. Tengok saja beragam pemberitaan di media massa terbitan Pekanbaru. Ada banyak sekali bahasa asing yang berseliweran di dalam setiap berita yang diterbitkan. Bahkan terkadang, bahasa asing yang digunakan salah penulisannya. Namun tetap saja pede.</p>
<p>Begitu juga jika pergi ke berbagai tempat umum, sebut saja mal. Akan berserakan kata-kata asing seperti exit, toilet dan sebagainya. Padahal, diyakini 99 persen pengunjung mal tersebut berbahasa Indonesia.</p>
<p>Roy Thaniago dalam tulisannya di Kompas 8 Mei lalu, menyebut kini bangsa Indonesia sudah begitu bangga menelanjangi identitas kebangsaannya sendiri.</p>
<p>Memang, menurutnya, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang dinamis, dan terus berkembang dengan cara terus menerus dirusak. Namun sekali lagi, bahasa Indonesia merupakan cermin budaya bangsa, identitas bangsa yang seharusnya dengan bangga digunakan warga bangsa ini.</p>
<p>Apalagi bagi penduduk Pekanbaru atau Riau, yang di satu sisi selalu membanggakan identitas kemelayuannya, namun di sisi lain turut serta dengan aktif (bahkan bangga) menghancurkan identitas Melayu itu sendiri, yang sebenarnya menjadi akar utama Bahasa Indonesia.</p>
<p>Kita semua seakan lupa, bahwa sebagai orang Melayu (setidaknya hidup di bumi Melayu), seharusnya berbangga hati karena Bahasa Indonesia yang menjadi identitas bangsa ini, berakar dari bahasa Melayu yang tumbuh dan berkembang di Bumi Lancang Kuning ini. Bukannya malah ikut merusak dan bangga dengan menggunakan kata-kata asing.</p>
<p>Apakah bahasa Indonesia yang sumbernya dari bahasa Melayu itu sudah begitu buruk terdengar? Apakah kata &#8216;tengkiu terdengar lebih berwawasan global dari &#8216;terima kasih&#8217;?</p>
<p>Sebaliknya, banyak sekali orang asing yang justru berbangga hati bisa bercakap-cakap menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan banyak pejabat negara asing yang justru pede berbicara dengan bahasa Indonesia walaupun patah-patah.</p>
<p>Sampai kapan kita akan bangga merusak identitas bangsa kita sendiri? (*)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonkkuat123.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonkkuat123.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonkkuat123.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonkkuat123.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonkkuat123.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonkkuat123.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonkkuat123.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonkkuat123.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonkkuat123.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonkkuat123.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=32&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonkkuat123.wordpress.com/2009/05/18/berbahasa-ala-pejabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27f4cc48c0f2c220eb32e7c750e3cd45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bonkkuat123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Immortal</title>
		<link>http://bonkkuat123.wordpress.com/2009/01/05/the-immortal/</link>
		<comments>http://bonkkuat123.wordpress.com/2009/01/05/the-immortal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 08:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bonkkuat123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonkkuat123.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Pikiran langsung tersentak, ketika Ahmad Albar, vokalis grup musik cadas Indonesia, God Bless, mengaku telah berumur 62 tahun. Pengakuan itu disampaikan Ahmad Albar yang biasa dipanggil Iyek, menjawab pertanyaan Andy F Noya, presenter acara Kick Andy di Metro TV, yang pada malam tahun baru 2009 lalu menghadirkan God Bless sebagai tamu.
Bagaimana tidak tersentak. Di usia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=28&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pikiran langsung tersentak, ketika Ahmad Albar, vokalis grup musik cadas Indonesia, God Bless, mengaku telah berumur 62 tahun. Pengakuan itu disampaikan Ahmad Albar yang biasa dipanggil Iyek, menjawab pertanyaan Andy F Noya, presenter acara Kick Andy di Metro TV, yang pada malam tahun baru 2009 lalu menghadirkan God Bless sebagai tamu.<span id="more-28"></span></p>
<p>Bagaimana tidak tersentak. Di usia yang 62 tahun, Iyek dan empat personil God Bless lainnya ternyata masih eksis bermusik. Bahkan Andy F Noya sambil bercanda menyebutkan, &#8220;ternyata God Bless ini band kakek-kakek&#8221;, yang langsung disambut tawa penonton di studio.</p>
<p>Tersentak, karena di usia mereka yang sudah kakek-kakek itu, God Bless masih bisa menunjukkan kualitas bermusik yang jauh di atas rata-rata. Apalagi, saat itu God Bless beberapa kali memainkan secara live beberapa lagu mereka yang masih populer hingga sekarang. Itu jelas bukan tipuan bibir atau lipsync, karena beberapa kali vokal Ahmad Albar berada di nada rendah pada beberapa bait yang bila mendengarkan kaset rekamannya, justru berada di nada tinggi. Begitu pula permainan musiknya.</p>
<p>God Bless sudah berkali-kali bongkar pasang personilnya sejak pertama berdiri 1973 lalu. Tapi kini, kelompok yang baru saja mendapat gelar The Immortal dari majalah Rolling Stone Indonesia ini, digawangi oleh Ahmad Albar, Yaya Moektio pada drum, Ian Antono pada gitar, Doni Fatah pada bass, dan Abadi Soesman pada keyboard. Selain Ahmad Albar, personil lainnya berusia di atas 50 tahun. Benar-benar kakek-kakek hebat. Tak heran jika Kick Andy mengundang mereka sebagai bintang tamu.</p>
<p>Melihat kakek-kakek itu memainkan lagu-lagu dengan musik cadas, pikiran langsung melayang pada grup-grup musik masa kini, yang jelas dipenuhi anak-anak muda. Mau tidak mau, otak otomatis langsung membandingkan antara para anak muda itu dengan para kakek ini. Hasilnya? Jauuuuhhhh&#8230; Anak-anak muda sekarang tidak ada apa-apanya dengan para kakek ini. Sekaligus menunjukkan bila God Bless, bukan band yang lahir karena dikarbit. Mereka tumbuh dan besar setelah melalui persaingan yang berat, yang sangat terkait dengan mutu.</p>
<p>Ada banyak sekali grup band baru yang saat ini mengisi blantika musik Indonesia. Gayanya pun macam-macam, ada yang biasa-biasa saja, tapi kebanyakan selalu berdandan seperti grup musik rock paling keras. Tapi ketika lagunya di dengar, wuihh&#8230; cemen sekali. Mendayu-dayu. Paling bercerita tentang patah hati, perselingkuhan dan dunia cinta ala anak muda.</p>
<p>Semua lagu-lagu band anak muda itu langsung sirna di kepala, ketika di tayangan Kick Andy saat itu, God Bless memainkan lagu &#8216;rumah kita&#8217; secara medley. Petikan gitar Ian Antono membuat hanyut. Menunjukkan kualitasnya sebagai gitaris papan atas Indonesia yang hingga saat ini masih belum ada tandingan.</p>
<p>Sehingga sangat tak salah, jika Rolling Stone Indonesia menjuluki mereka dengan The Immortal, alias Abadi! Kalau pun nanti para personilnya meninggal, setidaknya lagu-lagu mereka akan abadi. Coba saja simak rumah kita, huma di atas bukit, menjilat matahari, raksasa, musisi dan lagu lainnya, yang benar-benar memperlihatkan mereka musisi berkualitas. Dan tentu saja, The Immortal (*)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonkkuat123.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonkkuat123.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonkkuat123.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonkkuat123.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonkkuat123.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonkkuat123.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonkkuat123.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonkkuat123.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonkkuat123.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonkkuat123.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=28&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonkkuat123.wordpress.com/2009/01/05/the-immortal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27f4cc48c0f2c220eb32e7c750e3cd45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bonkkuat123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dengkur</title>
		<link>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/12/20/dengkur/</link>
		<comments>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/12/20/dengkur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 10:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bonkkuat123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonkkuat123.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenpa, aku merasa sangat nyaman mendengar dengkuran di kamar kos sebelah kamar yang aku tempati. Damai rasanya mendengar dengkuran keras itu. Padahal, bila sedang dalam kondisi normal, ingin rasanya aku menggedor dinding kayu lapis yang memisahkan kamarku dengan dengan kamar si pendengkur itu.
Aku tidak kenal siapa pendengkur itu. Ini malam pertamaku di Kota Rangit. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=26&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Entah kenpa, aku merasa sangat nyaman mendengar dengkuran di kamar kos sebelah kamar yang aku tempati. Damai rasanya mendengar dengkuran keras itu. Padahal, bila sedang dalam kondisi normal, ingin rasanya aku menggedor dinding kayu lapis yang memisahkan kamarku dengan dengan kamar si pendengkur itu.<span id="more-26"></span></p>
<p>Aku tidak kenal siapa pendengkur itu. Ini malam pertamaku di Kota Rangit. Kota yang menurutku sangat terkebelakang, kolot dan kuno. Kalau bukan karena pekerjaan, haram jadah aku mau tinggal berlama-lama di kota ini. Paling-paling, aku hanya bersedia menetap dua atau tiga hari saja. Setelah itu, aku kembali ke kotaku yang ramai, bising, namun gemerlap. Kota yang bisa membuatku melakukan apa saja. Semuanya ada di sana.</p>
<p>Siang tadi aku sampai di Kota Rangit ini. Perusahaan tempatku bekerja, memintaku untuk memimpin anak cabang ranting perusahaan yang ada di tempat ini. Perintah awalnya, aku hanya akan menempati posisi di Kota Rangit selama 10 hari saja, menunggu pengangkatan kepala anak cabang ranting yang permanen. Tapi ketika akan berangkat, surat tugas yang kuterima ternyata untuk 1 bulan. Aku sempat mempertanyakan, tapi setelah dengan segala penjelasan, aku akhirnya menerima.</p>
<p>Malam ini hari pertamaku di kamar kosku. Aku menyewa kamar di sebuah rumah panggung yang seluruhnya terbuat dai kayu dan papan. Pemisah antarkamar dibatasi dengan kayu lapis. Bukannya aku tidak sanggup menyewa kamar yang lebih layak. Tapi di kota ini, memang seperti inilah kondisinya. Seluruh rumah berbentuk rumah panggung. Meski penduduknya cukup padat, tapi tingkat perekonomian warganya tidak terlalu bagus. Ada satu atau dua rumah permanen terbuat dari semen. Tapi mereka tidak menyewakan kamar.</p>
<p>Hotel? Jangan ditanya. Di tempat ini hanya ada satu wisma milik militer, yang bentuknya juga tidak jauh berbeda dengan rumah warga. Wisma itu hanya ditempati pejabat militer setingkat Komandan Koramil, bila berkunjung ke Kota Rangit.</p>
<p>Di tengah kegalauan itu, aku menerima telepon dari seorang teman di kantor pusat. Dia menyebutkan, baru saja beredar informasi yang mengatakan aku akan dipermanenkan sebagai pimpinan di anak cabang ranting di kota ini. Telingaku seakan tidak percaya. Aku ingin protes, tapi protes kepada siapa?</p>
<p>Sejak awal, aku sudah menolak untuk bertugas ke tempat ini. Kawasan ini aku anggap sangat terpencil, dan tidak bisa membuatku maju. Segalanya serba tertinggal. Warnet saja tidak ada di tempat ini. Padahal biasanya aku betah berlama-lama berselancar di dunia maya itu. Beragam informasi maupun gosip yang beredar di dunia maya itu aku lahap. Tapi sekarang, aku seperti terkurung di dalam tempurung. Semuanya gelap. Tidak ada jendela yang bisa aku gunakan untuk mengintip ke luar.</p>
<p>Kegelisahanku memuncak. Aku akhirnya memutuskan untuk menjalankan tugas yang diberikan sesuai surat tugas, yaitu sebulan saja. Jika ternyata kemudian diperpanjang, aku sudah membulatkan tekad untuk mundur. Aku akan keluar dari perusahaan ini. Aku tidak peduli apapun yang akan aku hadapi setelah keluar dari perusahaan ini. Yang jelas, aku akan berhenti. Titik.</p>
<p>Malam sudah semakin tua. Tapi mataku tidak bisa dipejamkan. Pikiranku masih menerawang ke kotaku. Aku tidak bisa terima kalau aku memang ditempatkan permanen di kota ini. Aku akan berontak, aku akan keluar.</p>
<p>Tiba-tiba suara dengkur berhenti. Oh tidak, dengkur itu kembali lagi terdengar. Suaranya mirip sapi digorok. Grook&#8230; grook&#8230; groook&#8230; Aku menikmatinya dalam setiap tarikan nafas. Aku merasa dengkur itu telah mendamaikanku. Dengkur itu memberi harapan untuk membawaku keluar dari tempurung tak berjendela ini. (*)</p>
<p>April 07</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonkkuat123.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonkkuat123.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonkkuat123.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonkkuat123.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonkkuat123.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonkkuat123.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonkkuat123.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonkkuat123.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonkkuat123.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonkkuat123.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=26&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/12/20/dengkur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27f4cc48c0f2c220eb32e7c750e3cd45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bonkkuat123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melati Patah Kaki</title>
		<link>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/11/24/melati-patah-kaki/</link>
		<comments>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/11/24/melati-patah-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 13:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bonkkuat123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonkkuat123.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Ada seekor Melati. Melati itu patah kaki. Ditembak seorang pemburu yang tak pernah menggunakan hati. Butir-butir pelurunya melayang ke sana-sini. Mengenai siapa saja yang tak pernah dipilihnya. Siapa yang terkena, akan patah kaki atau mati.
Menjadi Melati patah kaki sangat tidak menyenangkan. Hendak ke mana-mana, hati sudah pula mati. Tak lagi mau menggerakkan kaki agar menuruti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=24&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada seekor Melati. Melati itu patah kaki. Ditembak seorang pemburu yang tak pernah menggunakan hati. Butir-butir pelurunya melayang ke sana-sini. Mengenai siapa saja yang tak pernah dipilihnya. Siapa yang terkena, akan patah kaki atau mati.<span id="more-24"></span></p>
<p>Menjadi Melati patah kaki sangat tidak menyenangkan. Hendak ke mana-mana, hati sudah pula mati. Tak lagi mau menggerakkan kaki agar menuruti kehendak hati. Sehingga sampai kapan pun, perjalanan dilakukan terseok-seok. Tak jelas arah dan tujuan. Karena hati yang jadi penuntun telah mati. Karena kaki yang melangkah telah patah. Terkena peluru pemburu yang tak menggunakan hati.</p>
<p>Melati sempat mengingat. Dulu saat masih kecil, dia tumbuh dan berkembang dengan sehat. Kedua kakinya tumbuh kuat, mampu diajak berjalan kemanapun suka. Hatipun tumbuh berkembang dengan sehat. Mampu jadi penuntun dalam gelap maupun terang. Sampai kemudian, peristiwa itu datang. Pemburu yang tak menggunakan hati itu menyebar peluru ke udara. Satu di antaranya mengenai kaki. Melati pun patah kaki. Untung tidak mati.</p>
<p>Namun kehadiran sebutir peluru di kakinya itu, mengubah seluruh hidup Melati. Dia tak mampu lagi berjalan dengan lurus. Celakanya, hatinya pun ikut-ikutan mati. Perlahan-lahan.</p>
<p>Meski sebenarnya ingin menggerakkan kaki yang patah, namun arahnya sudah tak jelas. Hati yang harusnya menuntun, tak lagi bersedia menunjukkan arah. Semua sudah makin tak jelas. Melati hanya bisa pasrah, meski tetap berusaha untuk kembali ke jalur. Jalur jalan setapak yang indah, dipagari tanaman hutan yang beraroma wangi. Selalu mengirimkan sisa embun yang sejuk ke setiap tubuh bisa tersentuh.</p>
<p>Embun. Ya embun. Itu dulu, saat kaki masih bersedia diajak melangkah. Saat hati, meskipun sudah setengah mati, namun masih sesekali masih bersedia menunjukkan arah. Namun kini, saat hati telah benar-benar mati, saat kaki telah benar-benar tak mau lagi melangkah, sisa embun itu hanya hadir di dalam mimpi. Menyiramkan hawa sejuknya ke seluruh tubuh. Mengirimkan aroma tanaman hutan yang menyegarkan. Membawa surga ke seluruh tubuh.</p>
<p>Kini, semua sudah tinggal kenangan. Hati tak mau lagi diajak kompromi. Kaki tak mau lagi melangkah. Melati hanya tinggal menjalani sisa hidup. Berharap pemburu yang tak menggunakan hati itu muncul lagi. Menyemburkan peluru ke udara, menyambar tubuhnya. Dan mati! (*)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonkkuat123.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonkkuat123.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonkkuat123.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonkkuat123.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonkkuat123.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonkkuat123.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonkkuat123.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonkkuat123.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonkkuat123.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonkkuat123.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=24&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/11/24/melati-patah-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27f4cc48c0f2c220eb32e7c750e3cd45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bonkkuat123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>In Memoriam Deliar Noer</title>
		<link>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/06/18/in-memoriam-deliar-noer/</link>
		<comments>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/06/18/in-memoriam-deliar-noer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 11:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bonkkuat123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonkkuat123.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Nama Deliar Noer tidak bisa lepas dari sejarah negeri ini. Sebagai seorang cedekiawan, pakar, politikus sekaligus pengajar, Deliar Noer nyaris tak ada duanya. Dengan pikirannya yang kritis, Deliar sering dihadang kekuatan utama untuk berkiprah di dunia pendidikan dan dunia politik. Bahkan, dia sampai harus mencari nafkah di negeri orang, karena di negeri sendiri diasingkan.
Prof Dr [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=23&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Nama Deliar Noer tidak bisa lepas dari sejarah negeri ini. Sebagai seorang cedekiawan, pakar, politikus sekaligus pengajar, Deliar Noer nyaris tak ada duanya. Dengan pikirannya yang kritis, Deliar sering dihadang kekuatan utama untuk berkiprah di dunia pendidikan dan dunia politik. Bahkan, dia sampai harus mencari nafkah di negeri orang, karena di negeri sendiri diasingkan.<span id="more-23"></span></p>
<p>Prof Dr Deliar Noer, merupakan cendekiawan muslim asal Ranah Minang, yang lahir di Medan 9 Februari 1926. Beliau merupakan doktor politik pertama di Indonesia. Beragam pemikirannya mewarnai perjalanan bangsa. Meskipun, terkadang pemikirannya yang kritis, justru menjadi bumerang baginya.</p>
<p>Deliar terkenal dengan sikapnya yang keras. Ini mungkin karena dipengaruhi keluarganya yang orang pergerakan. Sejak kecil, Deliar sudah dikenal sebagai langganan juara kelas. Merangkak dewasa, Deliar aktif berkecimpung di gerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Indonesia. Pergerakan politiknya semakin terasah, ketika dia kuliah di Universitas Nasional, Jurusan Ilmu Sosial Politik.</p>
<p>Dalam perjalanannya, Deliar sempat menjadi dosen di Universitas Sumatra Utara (USU). Namun kekerasan sikapnya yang menentang NASAKOM, membuatnya terbuang. Dia dipaksa melepas jabatannya sebagai dosen. Saat itu, Deliar menganggap NASAKOM sebagai sesuatu yang naif. Menyatukan nasionalisme dengan komunisme, jelas sesuatu yang bertolak belakang. Apalagi, Deliar dikenal sebagi pemikir berbasis Islam yang cukup ketat, meski dia disebut sangat moderat.</p>
<p>Lepas dari USU, Deliar justru mendapat kesempatan menempuh pendidikan doktor di Universitas Cornell, Amerika Serikat. Saat itu, dia diberikan beasiswa oleh Yayasan Rockefeller. Karena prestasinya, yayasan itu memutuskan membiayai pendidikan Deliar sampai selesai pada tahun 1962. Ini sekaligus menjadikannya sebagai orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor di bidang politik. Saat itu, Deliar berhasil mempertahankan disertasinya berjudul The Rise and Development of the Modernist Moslem Movement in Indonesia, 1900-1942.</p>
<p>Kembali ke Indonesia, Deliar kemudian diangkat sebagai Rektor IKIP Jakarta. Namun lagi-lagi, pemikirannya yang keras dan sikapnya yang tegas, membuatnya dibuang. Meskipun banyak sekali perubahan penting yang dibuatnya di IKIP Jakarta, yang bahkan masih diterapkan sampai saat ini. Salah satunya, metode pengajaran menggunakan modul, yang merangsang kreativitas mahasiswa. Sistem ini, bahkan masih digunakan di banyak perguruan tinggi di Indonesia saat ini.</p>
<p>Ketika itu, Deliar juga menyiapkan sebuah sistem pendidikan untuk mencetak guru-guru khusus untuk penyandang cacat. Sebuah pendidikan yang tak pernah dipikirkan siapapun pada saat itu.</p>
<p>Sampai kemudian, Deliar dilarang pemerintah membacakan pidato pengukuhannya sebagai guru besar di institut yang dipimpinnya itu. Alasannya, pidatonya yang berjudul Partisipasi dalam Pembangunan (1974), dianggap menyinggung pemerintah.</p>
<p>&quot;Menteri memanggil saya, karena tidak setuju dengan judul dan beberapa bagian dari isi pidato pengukuhan itu. Menteri minta saya mengubahnya, tapi saya tolak. Sehingga keluar surat pemberhentian sebagai rektor dan larangan mengajar,&quot; ujar Deliar Noer.</p>
<p>Dilarang mengajar di negeri sendiri, Deliar justru kebanjiran permintaan mengajar dari luar negeri. Deliar pun hijrah ke negeri tetangga, Australia. Dia menjadi peneliti di Universitas Nasional Australia (ANU) di Canberra. &quot;Daripada tidak bisa makan di negeri sendiri, lebih baik cari makan di negeri orang,&quot; kata anak kedua dari tiga bersaudara itu, seperti dikutip pusat data Tempo, Rabu (18/7). Selain menjadi peneliti, Deliar juga menjadi dosen Sejarah dan Ilmu Politik di Universitas Griffith, Brisbane.</p>
<p>Selama di &quot;pengasingan&quot; itu pula, Deliar melahirkan puluhan karya bermutu. Di antaranya Ideologi, Politik, dan Pembangunan; Islam, Pancasila dan Asas Tunggal, serta Partai-partai Islam Tahun 1945-1965.</p>
<p>Karyanya yang dianggap paling fenomenal adalah Gerakan Modern Islam di Indonesia, serta buku Mohammad Hatta: Biografi Politik (1902-1980). Buku Gerakan Modern Islam, diangkat dari disertasi Deliar di Universitas Cornell, dan menjadi kutipan klasik bagi studi-studi politik Indonesia sampai saat ini. Sementara biografi politik Hatta, merupakan studi paling komprehensif tentang Hatta. Sehingga tak heran, buku ini pada 1992 terpilih sebagai buku terbaik Yayasan Buku Utama.</p>
<p>Kini cendekiawan muslim yang juga pernah memimpin Partai Umat Islam ini telah pergi untuk selamanya. Deliar yang pernah mengajar di Universitas Islam Riau ini, menghembuskan nafas terakhir di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Rabu (18/6) sekitar pukul 10.30 WIB. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Swadaya Raya No 7-9 Klender, Jakarta Timur. Menurut keluarga, jenazah Deliar akan dimakamkan Kamis (19/6) ini di TPU Karet. Selamat jalan Pak Deliar Noer.(*)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bonkkuat123.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bonkkuat123.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonkkuat123.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonkkuat123.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonkkuat123.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonkkuat123.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonkkuat123.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonkkuat123.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonkkuat123.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonkkuat123.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonkkuat123.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonkkuat123.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=23&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/06/18/in-memoriam-deliar-noer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27f4cc48c0f2c220eb32e7c750e3cd45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bonkkuat123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Polisi Brutal (Lagi)</title>
		<link>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/05/24/polisi-brutal-lagi/</link>
		<comments>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/05/24/polisi-brutal-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 09:19:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bonkkuat123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonkkuat123.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun lalu, saat Presiden Soeharto dianggap sebagai &#8220;setan besar&#8221; yang berdiri mengangkang di tengah jalan, ribuan mahasiswa di seluruh negeri turun ke jalan. Mereka berusaha merobohkan &#8220;setan besar&#8221; itu. Usaha itu tak sia-sia, meski harus ditebus ratusan nyawa, dan ratusan orang hilang tanpa jejak.
Saat itu, kecaman dari dalam dan luar negeri berdatangan. Semuanya mengarah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=22&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa tahun lalu, saat Presiden Soeharto dianggap sebagai &#8220;setan besar&#8221; yang berdiri mengangkang di tengah jalan, ribuan mahasiswa di seluruh negeri turun ke jalan. Mereka berusaha merobohkan &#8220;setan besar&#8221; itu. Usaha itu tak sia-sia, meski harus ditebus ratusan nyawa, dan ratusan orang hilang tanpa jejak.<span id="more-22"></span></p>
<p>Saat itu, kecaman dari dalam dan luar negeri berdatangan. Semuanya mengarah kepada TNI dan Polisi yang bertindak anarkis dan melanggar HAM. Tidak sedikit mahasiswa dan rakyat biasa yang babak belur, patah-patah, sekarat di rumah sakit, bahkan tewas dan hilang. Semua mengecam tindakan brutal aparat negara yang bertindak seperti preman berseragam itu.</p>
<p>Tak lama setelah hujan makin, hujatan dan runtuhnya &#8220;setan besar&#8221;, TNI dan Polri berkoar-koar akan mereformasi diri. TNI kemudian menggelar program back to barrack untuk lebih profesional sebagai penjaga kedaulatan bangsa. Polisi pun begitu. Sikap brutal dan koruptif di tubuh Polri, pelan-pelan mulai dikikis.</p>
<p>Tapi coba lihat, Sabtu (24/5), polisi sepertinya melupakan bagian dari reformasi internalnya. Mereka kembali bersikap brutal. Kampus Unas di Jl Sawo Manila, Pejaten, Jakarta, diserbu layaknya perang. Dengan senjata lengkap, plus pentungan dan merim air, polisi dengan gagah berani menyerang para mahasiswa yang bersenjatakan pengeras suara, spanduk dan poster, yang berisi tentangan terhadap kenaikan harga BBM.</p>
<p>Hasilnya, 140 mahasiswa diciduk dengan keadaan mengenaskan. Muka lebam, bibir berdarah, hidung patah dan banyak lagi. Secara fisik, kampus Unas sendiri hancur lebur. Kaca-kaca berserakan. Koperasi mahasiswa dijarah. Motor parkir dihancurkan. Sebuah tindakan maha brutal kembali dipertontonkan polisi.</p>
<p>Alasan polisi, mahasiswa berbuat anarkis dengan menutup ruas jalan, sebagai protes atas kenaikan harga BBM. Tapi pantaskan protes dengan menutup ruas jalan itu, ditanggapi dengan penyerangan brutal?</p>
<p>Sama seperti beberapa tahun lalu, kecaman dan makian meluncur deras ke polisi. Sikap brutal mereka menuai protes keras dari berbagai pihak. Walau bagaimanapun, tidak ada alasan bagi polisi untuk bersikap brutal menghadapi mahasiswa yang tidak pernah menyerang polisi. Tapi justru polisi yang menyerang mahasiswa.</p>
<p>Kapolda Metro Jaya Adang Firman seperti kehilangan dalih untuk membela diri. Dia menyebut, perusakan Unas tidak sepenuhnya dilakukan polisi. Menurutnya, ada orang lain yang ikut merusak Unas.</p>
<p>Adang sepertinya sudah tak tahu harus menjawab apa untuk membela sikap brutal pasukannya. Mana mungkin ada orang lain berani masuk ke kampus Unas, di saat ratusan polisi berseragam sedang berbuat anarkis di dalam kampus? Kalaupun ada, jelas itu juga polisi yang tidak berseragam. Atau, apa mungkin mahasiswa Unas sendiri merusak kampusnya? Lantas kenapa Adang melontarkan pembelaan bodoh seperti itu? Jawabannya hanya satu: Adang benar-benar sudah kehilangan akal menjawab semua tudingan miring terhadap institusinya. Meski tidak punya kata-kata lagi, jiwa korsa tetap di depan. Adang tetap membela sikap brutal anak buahnya, meski pembelaannya terkesan sangat bodoh.</p>
<p>Sikap brutal polisi itu membuat kita semua bertanya. Apa benar polisi sudah mereformasi diri, khususnya untuk sikap brutalnya itu? Kenapa peristiwa kejam di masa perjuangan reformasi 1997 lalu terulang lagi?</p>
<p>Harga BBM sudah naik. Harga-harga barang juga sudah melambung tinggi jauh sebelum harga BBM dinaikkan. Dan kini, polisi kembali menunjukkan watak aslinya, brutal dan lebih cocok disebut preman yang berseragam dan dipersenjatai. Mau jadi apa negeri tercinta ini?(*)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bonkkuat123.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bonkkuat123.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonkkuat123.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonkkuat123.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonkkuat123.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonkkuat123.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonkkuat123.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonkkuat123.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonkkuat123.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonkkuat123.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonkkuat123.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonkkuat123.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=22&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/05/24/polisi-brutal-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27f4cc48c0f2c220eb32e7c750e3cd45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bonkkuat123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Atas Nama Tuhan</title>
		<link>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/13/atas-nama-tuhan/</link>
		<comments>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/13/atas-nama-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 13:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bonkkuat123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonkkuat123.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Orangtua itu busur yang melepaskan anak panah. Anak panah akan mencari jalan sendiri. Orangtua hanya bisa mengarahkan, namun yang menentukan jalan tetap anak panah itu sendiri. Seperti itulah peran orangtua dengan anak-anaknya.
Khalil Gibran
Ucapan sastrawan besar Libanon, Khalil Gibran, membenam kuat dalam benak. Terpaku dalam, menancap kuat dalam tempurung gelap. Ucapan Gibran sepertinya biasa saja. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=21&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Orangtua itu busur yang melepaskan anak panah. Anak panah akan mencari jalan sendiri. Orangtua hanya bisa mengarahkan, namun yang menentukan jalan tetap anak panah itu sendiri. Seperti itulah peran orangtua dengan anak-anaknya.</p>
<p>Khalil Gibran<span id="more-21"></span></p>
<p>Ucapan sastrawan besar Libanon, Khalil Gibran, membenam kuat dalam benak. Terpaku dalam, menancap kuat dalam tempurung gelap. Ucapan Gibran sepertinya biasa saja. Tapi bermakna sangat dalam. Orangtua kandung saja tidak berhak menentukan jalan sang anak. Tapi kenapa ada orang lain yang ingin mengatur kehidupan orang lain? Padahal tidak punya hubungan darah apapun? Hanya karena kekayaannya, dia merasa sudah jadi Tuhan, merasa berhak mengatur hidup orang lain?</p>
<p>Kenyataan pahit itu ada!</p>
<p>Hewan dibekali insting kebinatangan yang menuntun hidup mereka. saling terkam, saling mangsa dan saling makan. Namun hewan tidak dibekali akal. Manusia dibekali akal. Tapi sayang, ada manusia yang tidak menggunakan akalnya. Lebih mengutamakan insting binatangnya untuk menerkam, memangsa dan memakan sesama.</p>
<p>Parahnya, ada yang menggunakan akal yang luar biasa itu untuk menjebak sesama, memerangkap. Bertindak seolah sahabat sejati. Di saat-saat sulit berperan sebagai teman sejati. Padahal sebenarnya, keadaan sulit justru dia yang menciptakan. Begitulah sebagian orang menggunakan akal yang dikaruniakan Tuhan kepadanya.</p>
<p>Celakanya lagi, sikap seolah teman sejati itu dilakukan dengan mengatasnamakan Tuhan. Mereka merasa benar berbuat begitu, karena selama ini ada yang merasa punya hubungan dengan Tuhan. Tapi benarkan itu jalan Tuhan mereka?</p>
<p>Dengan mengatasnamakan Tuhan, manusia ini berharap suatu saat orang yang diperangkapnya menyerah, karena keadaan sulit yang dia ciptakan. Bila itu sudah terjadi, mereka akan berpesta. Semua rencana berhasil. Sementara orang yang diperangkap akan kehilangan, terpuruk dengan kepala menunduk dan lutut membenam tanah.</p>
<p>Bagi manusia, dijebak, dijerat dan dipura-purakan sesama manusia bukan hal aneh. Hanya dibutuhkan kejelian untuk melihat mana kawan mana lawan. Menyigi dua sisi mata uang tidak mudah. Butuh rasa yang mendalam. Sampai rasa itu, menuntun kepada sebuah pemberitahuan.</p>
<p>Orangtua hanya busur panah. Jadi jangan biarkan dirimu dijebak, dijerat dan diatur orang lain yang tidak ada sangkut paut apalagi talian darah. Tetaplah percaya Yang Maha Kuasa membimbing. Percaya Kekuatan Esa tidak membiarkan sendiri. Tapi jangan atasnamakan Tuhan untuk mencelakakan sesama, seperti yang mereka lakukan dengan mengatasnamakan Tuhan mereka.(*)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bonkkuat123.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bonkkuat123.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonkkuat123.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonkkuat123.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonkkuat123.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonkkuat123.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonkkuat123.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonkkuat123.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonkkuat123.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonkkuat123.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonkkuat123.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonkkuat123.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=21&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/13/atas-nama-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27f4cc48c0f2c220eb32e7c750e3cd45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bonkkuat123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kami Butuh Makan, Bukan Wartawan&#8230;</title>
		<link>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/08/kami-butuh-makan-bukan-wartawan/</link>
		<comments>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/08/kami-butuh-makan-bukan-wartawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bonkkuat123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonkkuat123.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Malam belum lagi purna. Subuh belum menampakkan diri. Namun penduduk Bukik Sileh dan Batu Bajanjang, Selasa subuh, 12 April 2005, sudah dibangunkan alam. Bumi berguncang. Gempa berkekuatan 3 pada Skala Richter (SR) menggoyang bumi Kabupaten Solok, Sumatra Barat nan indah. Penduduk yang pada umumnya memang sering bangun subuh untuk beraktivitas di sawah dan ladang itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=20&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Malam belum lagi purna. Subuh belum menampakkan diri. Namun penduduk Bukik Sileh dan Batu Bajanjang, Selasa subuh, 12 April 2005, sudah dibangunkan alam. Bumi berguncang. Gempa berkekuatan 3 pada Skala Richter (SR) menggoyang bumi Kabupaten Solok, Sumatra Barat nan indah. Penduduk yang pada umumnya memang sering bangun subuh untuk beraktivitas di sawah dan ladang itu kaget. Kekagetan semakin lengkap, ketika dari puncak Gunung Talang (2.597 mdpl), terdengar suara gemuruh keras diiringi letusan kuat. Langit yang cerah disinari bulan tiba-tiba gelap gulita. Kepanikan pun merajalela.<span id="more-20"></span></p>
<p>Siangnya, sebuah perintah mampir ke daun telinga, &#8220;segera berangkat ke Gunung Talang,&#8221; begitu kira-kira bunyinya. Tak lama kemudian, badan ini pun meluncur menuju Kabupaten Solok, tempat Gunung Talang berada. Informasinya, ribuan warga sudah mulai diungsikan. Sasaran pertama yang dituju adalah Desa Batu Bajanjang, tempat pos pengamatan vulkanologi Gunung Talang berada. Namun begitu memasuki kawasan Bukik Sileh, nuasan lain sudah terlihat. Di mana-mana berwarna kelabu. Seluruhnya diselimuti abu vulkanik yang ditumpahkan kawah Gunung Talang. Atap rumah, dedaunan, aspal jalan, sampai rambut dan alis mata penduduk setempat tertempel sedikit abu. Ketebalan abu yang menempel di aspal jalan setidaknya mencapai satu sentimeter. Tanaman buah markisa yang menjadi andalan warga sekitar, terlihat layu berselimut abu.</p>
<p>Walaupun banyak dari warga yang menggunakan masker untuk keselamatan pernafasan, namun banyak juga yang tidak menggunakan. Pasar Bukik Sileh yang biasanya ramai, siang itu sepi. Hanya beberapa warga terlihat bergerombol di beberapa sudut. Sementara suasana agak sedikit temaram, karena hujan abu belum seluruhnya luruh ke tanah, dan masih menghalangi sinar matahari menyentuh bumi. Menimbulkan suasana magis yang mencekam, sekaligus menakjubkan.</p>
<p>Mobil yang ditumpangi dari Padang berjalan pelan menyusuri pasar Bukik Sileh. Dari Koramil setempat, didapat informasi kalau masyarakat baru saja membuat sebuah pengungsian tak jauh dari pasar. Lokasi pengungsian pun segera menjadi incaran. Benar saja, sekitar 500-an warga sudah berkumpul di sebuah tanah<br />
lapang di bawah sebuah bukit. Tenda-tenda biru darurat didirikan seadanya untuk tempat berteduh. Sebagian dari mereka terlihat sibuk memasang pancang untuk mendirikan tenda darurat baru. Sebagian lain terlihat sibuk memasak sesuatu di atas tungku. Sementara ibu-ibu ada yang menyusukan anak di bawah atap tenda biru. Banyak juga dari mereka yang terlihat bermenung, tak tahu sedang memikirkan apa.</p>
<p>&#8220;Waktu kami tahu gunung sudah meletus, kami langsung meninggalkan rumah, membawa apa yang bisa dibawa saja. Kami pergi ke tempat yang lebih aman,&#8221; ujar Raida (35), seorang ibu yang ditemui sambil menggendong anaknya yang  masih balita.</p>
<p>Rajo Intan (69), warga Jorong Simpang Ampek, Bukik Sileh mengatakan, kerugian bukan cuma pada tanaman yang layu tertutup abu vulkanik. Tetapi juga pada hewan ternak mereka yang terpaksa ditinggalkan begitu saja di kandang tanpa diberi makan. &#8220;Padahal itu sapi bantuan dari pemerintah untuk kelompok tani,&#8221; ujarnya murung.</p>
<p>Yang namanya mengungsi jelas tidak menyenangkan. Kepergian dari rumah yang mendadak tanpa membawa bekal apapun, membuat penduduk kalang kabut di lokasi<br />
pengungsian. Makanan dan air bersih tidak ada. Bahkan kedatanganku, disambut warga dengan permintaan makanan.</p>
<p>&#8220;Kami butuh makan, tidak butuh wartawan. Kami kelaparan di sini,&#8221; kata seorang ibu yang menolak diajak bicara, sambil terus menyusui anaknya yang<br />
pulas dalam gendongan. Sampai kemudian, Syamsir (40), satu dari pengungsi menyampaikan, bahwa sejak pagi mereka belum makan dan hanya minum air yang sempat di bawa dari rumah.</p>
<p>&#8220;Tolonglah kami pak, sampaikan kepada pemerintah kalau kami di sini sudah kelaparan. Kami butuh makan dan butuh minum. Bahkan di sini sudah ada warga yang pingsan karena belum makan sejak pagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Keributan hampir saja terjadi, ketika sedikit makanan ringan yang tersisa di mobil, yang dibawa dari Padang, dibagikan kepada para pengungsi itu. Tanpa di duga, puluhan penduduk yang terdekat dengan mobil, tua-muda, besar kecil, serentak mengerubuti dan merebut makanan ringan yang masih ada di tangan. Seorang anak kecil yang pertama mendapatkan sebungkus makanan ringan, menangis terisak ketika makanan yang sudah ditangannya berpindah dengan kasar<br />
ke tangan seorang lelaki dewasa yang merebut dengan gesit. Untuk menghindari semakin banyaknya kerumunan warga, sopir pun diminta segera meninggalkan lokasi. Selanjutnya, pos pengamatan vulkanologi Gunung Talang di Batu Bajanjang menjadi tujuan.</p>
<p>Di tempat itu, ternyata sudah ada Wakil Bupati Kabupaten Solok (saat itu), Elfi Sahlan Ben. Dia mengaku sudah berada di pos tersebut sejak sekitar pukul 07.00 WIB. Dia langsung mengakui kurangnya pasokan logistik kepada penduduk yang mengungsi. Namun begitu, dia mengaku sudah meminta mobil tangki air bersih segera menyuplai air ke lokasi-lokasi pengungsian. Sedangkan untuk bantuan makanan, menurutnya, masih sedang dalam tahap diusahakan.</p>
<p>&#8220;Kita sadar semuanya masih sangat kurang. Tapi kita sudah dan terus berusaha. Saya juga tidak tahu berapa jumlah mobil tangki air bersih yang dikirim ke lokasi pengungsian, karena saya hanya meminta dari sini lewat telepon. Begitu juga dengan makanan, saya juga tidak tahu berapa banyak yang akan dikirim. Yang jelas saya sudah melaporkan peristiwa ini kepada Bupati,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain mengungsi atas inisiatif sendiri, Pemkab Solok kemudian mengerahkan bus-bus pemda untuk mengangkut penduduk yang ingin keluar dari dua desa tersebut. Walaupun secara umum ada dua kecamatan yang menjadi korban letusan gunung, yaitu Kecamatan Lembang Jaya dan Kecamatan Danau Kembar. Namun desa Bukik Sileh dan desa Batu Bajanjang yang berada di Kecamatan Lembang Jaya,  merupakan desa yang terkena imbas paling parah. Saking dekatnya dengan puncak gunung, kedua desa ini sering dijadikan titik awal para penggiat alam bebas untuk melakukan pendakian ke puncak gunung tersebut. Letusan Gunung Talang kala itu, menyebabkan lebih dari 20 ribu orang mengungsi. (*)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bonkkuat123.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bonkkuat123.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonkkuat123.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonkkuat123.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonkkuat123.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonkkuat123.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonkkuat123.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonkkuat123.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonkkuat123.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonkkuat123.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonkkuat123.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonkkuat123.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=20&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/08/kami-butuh-makan-bukan-wartawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27f4cc48c0f2c220eb32e7c750e3cd45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bonkkuat123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upaya Mengobati Polio</title>
		<link>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/08/upaya-mengobati-polio/</link>
		<comments>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/08/upaya-mengobati-polio/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bonkkuat123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonkkuat123.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Afrianto (9) berjalan hilir mudik dengan kedua kakinya. Namun bukan hanya dengan kaki, kedua tangannya juga ikut digunakan untuk membantunya berjalan. Dengan begitu, ada dua kaki dan dua tangan yang semuanya bekerja sebagai kaki untuk membuatnya bisa berjalan. Sambil mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, bocah laki-laki itu pun kemudian membaur bersama teman-teman sebaya. Bedanya, teman-temannya berjalan tegak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=19&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Afrianto (9) berjalan hilir mudik dengan kedua kakinya. Namun bukan hanya dengan kaki, kedua tangannya juga ikut digunakan untuk membantunya berjalan. Dengan begitu, ada dua kaki dan dua tangan yang semuanya bekerja sebagai kaki untuk membuatnya bisa berjalan. Sambil mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, bocah laki-laki itu pun kemudian membaur bersama teman-teman sebaya. Bedanya, teman-temannya berjalan tegak, sedangkan Anto, begitu nama panggilan bocah itu, harus berjalan dengan cara menungging.<span id="more-19"></span></p>
<p>Memang caranya berjalan tidak wajar. Namun itu bukan kehendak si bocah, juga bukan kehendak kedua orang tuanya, pasangan Zulkarnain (45) dan Nurhayati (40). Bocah kurus ini terpaksa harus berjalan dengan cara itu, karena kedua kakinya tidak sanggup menopang berat badannya akibat penyakit yang diderita.</p>
<p>Bukan cuma Anto, dua adiknya pun mengalami nasib sama. Rizky Prasetyo (3,5) juga hanya bisa berjalan dengan cara yang sama. Sedangkan Mussa (7 bulan), walaupun belum bisa berjalan, namun sudah pula menunjukkan tanda-tanda seperti kakaknya.</p>
<p>Keadaan ini tentu saja membuat gusar Zulkarnain dan Nurhayati sebagai orang tua anak-anak tersebut. Namun apa hendak dikata, penyakit yang membuat anak-anaknya tidak bisa berjalan normal, telah menghinggapi buah hati sejak mereka berusia balita. Membuat berita tentang keluarga ini sekaligus membuat perasaan berkecamuk. Hendak jadi apa anak-anak ini jika sudah besar nanti? Apakah tidak ada pengobatan untuk menghentikan kondisi buruk itu?</p>
<p>Zulkarnain yang hanya pekerja serabutan, jelas tidak pernah berpikir muluk untuk bisa mendapatkan perawatan maksimal dari rumah sakit. Paling-paling, hanya ke puskemas yang bisa dilakukan. Walaupun obat yang diberikan dari kunjungan pertama sampai kunjungan ke sekian kalinya, itu-itu juga. Padahal, bocah-bocah malang itu diduga kuat menderita penyakit polio. Sebuah penyakit yang pada masa pemerintahan Soeharto, selalu dikatakan sudah punah dari tanah air ini.</p>
<p>Rabu, 30 November 2005, beberapa kru tv swasta Indonesia yang ada di Padang mengambil gambar keluarga malang itu. Anak-anak yang berjalan tidak normal namun selalu lincah dan hiruk pikuk, menjadi incaran kamera. Sore harinya, gambar keluarga itu pun terbang ke Jakarta, dan esok paginya tersiar melalui layar kaca ke seluruh penjuru Indonesia.</p>
<p>Ternyata, tayangan itu tidak hanya sekedar tayangan. Karena gambar-gambar itu berhasil mengetuk hati para dermawan, dan memutuskan membantu pengobatan bagi anak-anak tersebut.</p>
<p>&#8220;Besok kamu datangi lagi ya mereka. Ada yang mau membantu. Bawa ke rumah sakit, periksa semuanya. Semua fasilitas apapun yang dibutuhkan untuk pengobatan kamu ambil. Semua biayanya sudah ada yang menanggung. Jangan lupa ambil gambarnya untuk bukti kita ke yang membantu,&#8221; begitu perintah dari kantor di Jakarta, ke telepon genggam. Hati rasanya bersorak gembira. Ternyata tidak sia-sia menyiarkan gambar anak-anak malang itu.</p>
<p>Ketika didatangi lagi keesokan harinya, Zulkarnain dan Nurhayati hanya saling pandang, ketika niat untuk membawa anak-anak mereka ke rumah sakit dan<br />
seluruh biayanya ditanggung, diperdengarkan ke telinga mereka. Pasangan suami-istri itu seakan tak percaya. Namun kemudian mereka mengangguk cepat, ketika ditanya apakah anaknya bersedia dibawa ke rumah sakit atau tidak.</p>
<p>Pihak rumah sakit Dr M Djamil Padang yang sudah dihubungi sebelumnya, telah menunggu keluarga itu di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Seorang dokter<br />
spesialis anak pun langsung memeriksa anak-anak itu. Namun dokter tidak segera memberikan diagnosa, apalagi menetapkan anak-anak itu positif diserang polio. Dengan alasan akan melakukan observasi habis-habisan terhadap anak-anak itu, mereka pun diminta untuk di rawat inap. Sesuai pesan dari kantor di Jakarta, seluruh fasilitas medis dan biaya hidup keluarga itu di rumah sakit langsung disiapkan.</p>
<p>Namun itulah rumah sakit pemerintah. Seminggu berlalu, tidak ada tindakan berarti yang dilakukan. Selama seminggu menginap di bangsal anak rumah sakit<br />
terbesar di Sumatra Barat itu, tercatat hanya dua kali anak-anak itu di ambil sampel darahnya untuk diteliti di laboratorium. Namun hasilnya tidak pernah diketahui sampai saat ini. Alasannya, mesin canggih yang akan digunakan untuk mengobservasi otot dan tulang bocah-bocah itu masih tergolong sangat baru, dan belum ada yang bisa mengoperasikan. Sebuah alasan yang sangat aneh.</p>
<p>Tidak adanya tindakan pengobatan yang memadai selama seminggu di rumah sakit, membuat anak-anak dan kedua orang tuanya mulai tidak betah di rumah sakit. Mereka merasa sangat mubazir dan hanya membuang-buang waktu berdiam di rumah sakit. Karena apa yang mereka dapatkan di rumah sakit, tidak ada bedanya dengan saat mereka berada di rumah. Zulkarnain pun memutuskan kembali pulang ke rumah. Karena bila berada di rumah, dia masih bisa bekerja dan mencari uang untuk menghidupi keluarga.  Sebuah kenyataan pahit tentang pelayanan kesehatan yang belum juga banyak berubah di negeri ini.(*)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bonkkuat123.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bonkkuat123.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonkkuat123.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonkkuat123.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonkkuat123.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonkkuat123.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonkkuat123.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonkkuat123.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonkkuat123.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonkkuat123.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonkkuat123.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonkkuat123.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=19&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/08/upaya-mengobati-polio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27f4cc48c0f2c220eb32e7c750e3cd45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bonkkuat123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wartawan Dipukul, Korem di Demo</title>
		<link>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/08/wartawan-dipukul-korem-di-demo/</link>
		<comments>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/08/wartawan-dipukul-korem-di-demo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bonkkuat123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonkkuat123.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Terik matahari menyengat ubun-ubun di Jumat sore, 14 oktober 2005. Garangnya matahari sore yang bertepatan dengan bulan Ramadhan itu, tidak mampu menyurutkan rasa terkejut, ketika sebuah kabar menampar daun telinga: dua wartawan harian Posmetro Padang babak belur dihajar preman dan oknum anggota TNI AD, di gudang kayu milik Nurbay alias Labay, di kawasan Bungus, Padang.
Kabar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=18&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Terik matahari menyengat ubun-ubun di Jumat sore, 14 oktober 2005. Garangnya matahari sore yang bertepatan dengan bulan Ramadhan itu, tidak mampu menyurutkan rasa terkejut, ketika sebuah kabar menampar daun telinga: dua wartawan harian Posmetro Padang babak belur dihajar preman dan oknum anggota TNI AD, di gudang kayu milik Nurbay alias Labay, di kawasan Bungus, Padang.<span id="more-18"></span></p>
<p>Kabar itu segera menyeret roda sepeda motor berputar mengarah ke Polsekta Lubuk Begalung, Padang. Kedua wartawan yang jadi korban, Dasman Boy dan Hermansyah atau Man Brangin, sedang membuat laporan polisi di Polsek tersebut.</p>
<p>Kedua rekan dari media cetak itu kondisnya cukup menyedihkan. Dasman Boy wajahnya bengkak, sedangkan Man Brangin mengaku dadanya selalu sesak saat menarik napas. Polisi pun segera memberkas laporan kedua orang itu. Sementara sekitar sepuluhan wartawan tv swasta nasional yang juga sudah berkumpul di Polsek, segera mengatur siasat. Pengeroyok wartawan harus dibikin jera. Sampai sejera-jeranya. Saat itu juga, sebuah mobil pikap milik Posmetro Padang yang berada di Polsek, langsung dibajak untuk mengantarkan kru tv mengambil gambar gudang kayu milik Labay, tempat pengeroyokan terjadi.</p>
<p>Sebelum berangkat, beberapa anggota polsek memperingatkan agar berhati-hati. Karena warga Bungus dikenal brutal karena kurangnya tingkat pendidikan di kawasan tersebut. Namun rasa marah sudah mengalahkan semuanya. Mobil pikap itu melaju ke arah Bungus. Di tengah jalan sempat berhenti sebentar membeli sedikit minuman untuk berbuka puasa.</p>
<p>Walau bagaimanapun, peringatan anggota polsek tetap dijadikan acuan. Untuk menghindari hal yang lebih buruk, para kru tv sengaja tidak turun dari mobil saat mengambil gambar gudang kayu ilegal milik Labay. Sambil berjalan pelan, Koordinator Liputan Posmetro yang bersedia menjadi sopir, menjalankan kendaraannya pelan-pelan. Dengan begitu, kru tv yang berdiri di bak terbuka di belakang mobil, mendapat kesempatan banyak mengambil gambar.</p>
<p>Peringatan polisi pun seakan terbukti. Karena begitu lampu kamera mulai mengarah ke arah gudang ilegal yang mulai gelap ditelan malam itu, beberapa puluh warga mulai berdatangan. Perlahan mereka menuju ke arah mobil pikap yang ditumpangi. Wajah-wajah manusia kurang pendidikan itu sama sekali tidak bisa dikatakan bersahabat. Menghindari hal yang tidak  diinginkan, mobil pun tancap gas kembali ke arah pusat Kota Padang.</p>
<p>Selang dua hari kemudian, tersiar kabar polisi menangkap dua tersangka pelaku pengeroyokan. Mereka adalah Yansen (22) dan Masrial alias Aciak Duri (38). Namun begitu, para wartawan tidak puas, karena mengetahui pemicu pengeroyokan itu adalah oknum anggota TNI AD dari Korem 032 Wirabraja yang bernama Sertu Usman. Tentara pembeking kayu ilegal ini sama sekali tidak &#8220;disentuh&#8221; kesatuannya. Padahal jelas sekali, oknum tentara yang satu ini mempermalukan kesatuannya dengan cara membeking usaha kayu ilegal milik Labay. Bahkan Usman menjadi pembuka pengeroyokan terhadap wartawan Posmetro Padang dengan cara melempari kedua wartawan itu dengan batu.</p>
<p>Ketimpangan ini kembali membakar emosi. Upaya penekanan pun dilakukan. Para wartawan tv di Padang yang rata-rata mantan aktivis mahasiswa semasa kuliah, menggagas sebuah aksi ke Korem 032/Wirabraja di Jalan Sudirman, Padang. Tanpa disangka, gagasan itu disambut puluhan wartawan elektronik maupun cetak yang ada di Padang. Hasilnya, Selasa 18 Oktober 2005 siang, sekitar 50-an wartawan dan wartawati memenuhi jalan di depan gerbang Markas Korem 032/Wirabraja. Suasana puasa dan terik matahari yang menyengat tidak menjadi halangan. Sertu Usman mesti dihukum!</p>
<p>Sebuah upaya yang tidak mudah, karena korsa kesatuan yang buta di kalangan TNI, membuat mereka lebih suka menyembunyikan bangkai berbau busuk dari pada membersihkannya. Namun sebuah upaya tetap harus dilakukan. Setidaknya untuk memberitahukan kepada para tentara itu, bahwa wartawan tidak gampang menyerah hanya dengan intimidasi dan bahkan pemukulan ala preman sekalipun.</p>
<p>Seperti sudah diduga sebelumnya, sampai saat ini tidak jelas bagaimana penanganan yang dilakukan kesatuannya terhadap si Usman, tentara pembeking kayu itu. Walaupun, orang-orang seperti Usman lah yang selama ini sudah mencoreng habis harga diri TNI AD di mata masyarakat. Tapi setidaknya, wartawan Padang sudah berhasil mengejutkan Korem, di tengah terik panas bulan Ramadhan.(*)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bonkkuat123.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bonkkuat123.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonkkuat123.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonkkuat123.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonkkuat123.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonkkuat123.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonkkuat123.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonkkuat123.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonkkuat123.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonkkuat123.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonkkuat123.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonkkuat123.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonkkuat123.wordpress.com&blog=3251287&post=18&subd=bonkkuat123&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonkkuat123.wordpress.com/2008/04/08/wartawan-dipukul-korem-di-demo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27f4cc48c0f2c220eb32e7c750e3cd45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bonkkuat123</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>