The Immortal
Pikiran langsung tersentak, ketika Ahmad Albar, vokalis grup musik cadas Indonesia, God Bless, mengaku telah berumur 62 tahun. Pengakuan itu disampaikan Ahmad Albar yang biasa dipanggil Iyek, menjawab pertanyaan Andy F Noya, presenter acara Kick Andy di Metro TV, yang pada malam tahun baru 2009 lalu menghadirkan God Bless sebagai tamu.
Bagaimana tidak tersentak. Di usia yang 62 tahun, Iyek dan empat personil God Bless lainnya ternyata masih eksis bermusik. Bahkan Andy F Noya sambil bercanda menyebutkan, “ternyata God Bless ini band kakek-kakek”, yang langsung disambut tawa penonton di studio.
Tersentak, karena di usia mereka yang sudah kakek-kakek itu, God Bless masih bisa menunjukkan kualitas bermusik yang jauh di atas rata-rata. Apalagi, saat itu God Bless beberapa kali memainkan secara live beberapa lagu mereka yang masih populer hingga sekarang. Itu jelas bukan tipuan bibir atau lipsync, karena beberapa kali vokal Ahmad Albar berada di nada rendah pada beberapa bait yang bila mendengarkan kaset rekamannya, justru berada di nada tinggi. Begitu pula permainan musiknya.
God Bless sudah berkali-kali bongkar pasang personilnya sejak pertama berdiri 1973 lalu. Tapi kini, kelompok yang baru saja mendapat gelar The Immortal dari majalah Rolling Stone Indonesia ini, digawangi oleh Ahmad Albar, Yaya Moektio pada drum, Ian Antono pada gitar, Doni Fatah pada bass, dan Abadi Soesman pada keyboard. Selain Ahmad Albar, personil lainnya berusia di atas 50 tahun. Benar-benar kakek-kakek hebat. Tak heran jika Kick Andy mengundang mereka sebagai bintang tamu.
Melihat kakek-kakek itu memainkan lagu-lagu dengan musik cadas, pikiran langsung melayang pada grup-grup musik masa kini, yang jelas dipenuhi anak-anak muda. Mau tidak mau, otak otomatis langsung membandingkan antara para anak muda itu dengan para kakek ini. Hasilnya? Jauuuuhhhh… Anak-anak muda sekarang tidak ada apa-apanya dengan para kakek ini. Sekaligus menunjukkan bila God Bless, bukan band yang lahir karena dikarbit. Mereka tumbuh dan besar setelah melalui persaingan yang berat, yang sangat terkait dengan mutu.
Ada banyak sekali grup band baru yang saat ini mengisi blantika musik Indonesia. Gayanya pun macam-macam, ada yang biasa-biasa saja, tapi kebanyakan selalu berdandan seperti grup musik rock paling keras. Tapi ketika lagunya di dengar, wuihh… cemen sekali. Mendayu-dayu. Paling bercerita tentang patah hati, perselingkuhan dan dunia cinta ala anak muda.
Semua lagu-lagu band anak muda itu langsung sirna di kepala, ketika di tayangan Kick Andy saat itu, God Bless memainkan lagu ‘rumah kita’ secara medley. Petikan gitar Ian Antono membuat hanyut. Menunjukkan kualitasnya sebagai gitaris papan atas Indonesia yang hingga saat ini masih belum ada tandingan.
Sehingga sangat tak salah, jika Rolling Stone Indonesia menjuluki mereka dengan The Immortal, alias Abadi! Kalau pun nanti para personilnya meninggal, setidaknya lagu-lagu mereka akan abadi. Coba saja simak rumah kita, huma di atas bukit, menjilat matahari, raksasa, musisi dan lagu lainnya, yang benar-benar memperlihatkan mereka musisi berkualitas. Dan tentu saja, The Immortal (*)