Anak Hilang
Today… Di kantor kedatangan seorang anak kecil. Usianya baru lima tahun. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari anak ini. Sama seperti anak hilang lainnya, dia saat ditemukan sedang menangis. Menurut istri seorang tukang tambal ban di Jalan Harapan Raya Pekanbaru, yang menemukan anak ini, bocah laki-laki ini berjalan mondar-mandir sambil memanggil ibunya.
“Maaakkk….. maaaakkk,” kata si ibu yang menemukan. Tidak ada beda kan dengan anak hilang lainnya?
Namun yang menariknya, anak ini ternyata namanya sama persis dengan namaku. Busyeeettttt. Parahnya lagi, anak ini tidak bisa berbahasa Indonesia. Dia cuma bisa ngomong bahasa Batak. Pusinglah ngadapinnya. Untungnya, ibu yang menemukan juga berasal dari Batak. Jadi situasi sedikit terselamatkan. Meski sebenarnya tidak selamat-selamat betul. Karena si anak setiap kali ditanya, hanya menjawab dengan tangis sesenggukan. Namanyapun, diketahui dari tulisan yang ada di singletnya. Anak ini memang saat ditemukan, hanya mengenakan celana pendek dan singlet. Nah di singlet itu ada tulisan namanya.
“Ini namamu ya?” anak itu mengangguk sambil terus menangis.
Singkat cerita, si ibu merasa kasihan. Dia tidak mau mo bawa ke mana anak ini. Yang terlintas dibenaknya hanya koran. Itulah sebabnya, ibu dan anak itu tiba-tiba muncul di kantor.
“Sapa tau dengan masuk koran, orang tuanya bisa liat dan cari anaknya,” kata ibu yang mengantar dengan logat Bataknya.
Singkat kata lagi, anak ini akhirnya masuk koran. Plus fotonya.
Dan yang ditakutkan pun terjadi. Kawan-kawan di kantor langsung pada protes.
“Juniorlu dibiarkan sendirian di jalan. Lu bagaimana sih?”.
“Makanya, jangan cuma buat saja yang bisa. Tapi pelihara juniormu”.
Itu komentar yang segera muncul, ketika beritanya muncul. Nasibbb…
Memang itu cuma komentar iseng dan canda dari teman-teman. Tapi di balik canda itu, ada sebuah pertanyaan besar. Kenapa anak ini bisa lepas dari ibunya? Melihat dari situasinya yang tidak bisa bahasa Indonesia, jelas anak ini bukan orang lama di Pekanbaru. Jelas dia baru saja menginjakkan kaki di Pekanbaru. Lantas, kenapa bisa lepas dari ibunya? Apa disengaja? Entahlah.
“Kalau tidak ada yang jemput anak ini, biar aku sajalah yang pelihara. Iba hatiku melihatnya,” kata ibu yang mengantar. Ibu ini juga bilang, akan segera ke kantor polisi untuk melaporkan anak yang ditemukannya.
So, anak siapa itu?